Polisi Juga Buru Pasangan Mesum Lainnya yang Mesum di Pemandian Cikoromoy


Kapolres Pandeglang, AKBP Hamam Wahyudi mengatakan akan mengusut video mesum lainnya yang sama-sama terjadi di Pemandian Cikoromoy, Pandeglang.

Diketahui, selain video mesum pemuda yang memasukan tangan ke dalam kerudung kekasihnya, ada pula video mesum dua sejoli berpelukan di dalam kolam.

Video tersebut juga terjadi di Pemandian Cikoromoy saat dipenuhi pengunjung pada libur lebaran pekan kemarin.

Dalam video tersebut terlihat sepasang sejoli saling berpelukan di pinggir kolam.

Padahal saat itu kondisi kolam renang sedang ramai.

Tampak sesekali mereka diduga berciuman.

Video itu direkam dari gedung lantai 2 di dekat kolam renang.

Hamam mengatakan pihaknya juga akan mengejar dan mengamankan pasangan muda-mudi yang diduga mesum tersebut.

"Yang jelas tetap kami berusaha untuk mengamankan satu pasangan lagi yang belum kita amankan, masih dalam identifikasi. Karena pada saat itu pengunjung sangat banyak dan kita sedang mencari yang viral ini," tegasnya.

Pasangan Diduga Mesum Minta Maaf

DS (21) dan RA (18), sepasang muda-mudi yang kedapatan mesum di Pemandian Cikoromoy, Pandeglang meminta maaf atas perilaku yang mereka perbuat hingga akhirnya viral
DS (21) dan RA (18), sepasang muda-mudi yang kedapatan mesum di Pemandian Cikoromoy, Pandeglang meminta maaf atas perilaku yang mereka perbuat hingga akhirnya viral (TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan)

Sebelumnya, dua pasang muda-mudi yang diduga mesum di Pemandian Cikoromoy, Kabupaten Pandeglang, Banten diamankan oleh pihak kepolisian Polres Pandeglang, Rabu (19/5/2021).

Keduanya berinisial DS (21) dan RA (18) diamankan di rumahnya masing-masing setelah pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi wajah dari pelaku yang viral di media sosial.

DS (21) pemeran pria dalam video tersebut mengatakan bahwa dirinya mengakui perbuatannya yang senonoh dan meresahkan masyarakat.

"Kami berdua mengakui melakukan tindakan tidak terpuji atas perbuatan yang terjadi di Pemandian Cikoromoy," katanya saat ditemui di Mapolres Pandeglang.

Dirinya mengatakan bahwa perbuatannya tidak dapat dicontoh lantaran bertentangan dengan nilai ajaran agama yang ada.

Ia pun mengaku sangat menyesal atas perbuatannya tersebut dan mengaku tidak akan mengulanginya kembali.

"Perbuatan kami tidak patut dicontoh, kami berdua memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh warga masyarakat atas perbuatan tersebut. Kami berdua menyesal dan tidak akan melakukan perbuatan hal tersebut," tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Pandeglang, AKBP Hamam Wahyudi menjelaskan bahwa kedua pelaku dijerat Undang-undang Perbuatan Asusila di muka umum dengan ancaman penjara 2 tahun.

"Dugaan sementara adalah tindakan asusila Cikoromoy, atau pasal 81 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara," ucapnya.

Identitas Muda-Mudi yang Diduga Mesum di Pemandian Cikoromoy, Begini Pengakuan Keduanya

Viral video pasangan muda-mudi diduga berbuat mesum di Pemandian Cikoromoy, Pandeglang, Banten pada Minggu (16/5/2021).

Video tersebut menjadi viral karena gerakan tangan si pria yang dimasukan ke dalam kerudung si wanita.

Dalam video yang beredar terlihat mereka duduk berdekatan di atas sebuah pelampung.

Si wanita berkerudung hitam duduk di depan si pria.

Tampak pria tersebut memasukan tangannya ke dalam kerudung dan diduga melakukan tindakan asusila.


Mereka pun cuwek meski di sekelilingnya ramai pengunjung lainnya.


Menanggapi hal itu, rupanya pihak kepolisian langsung melakukan penelusuran dengan menerjunkan tim cyber crime.

Setelah melakukan penelusuran, pihak Polres Pandeglang berhasil mengetahui identitas keduanya dan keduanya langsung diamankan.

Viral video sepasang kekasih diduga mesum di Pemandian Cikoromoy, Banten
Viral video sepasang kekasih diduga mesum di Pemandian Cikoromoy, Banten (Istimewa)

Kapolres Pandeglang, AKBP Hamam Wahyudi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran dan penyelidikan terhadap pasangan muda-mudi tersebut.

"Keduanya sudah kita amankan berkat hasil pelacakan kita menggunakan cyber crime kita. Keduanya diamankan di rumah masing-masing," katanya saat ditemui di Mapolres Pandeglang, Rabu (19/5/2021).

Dua pasangan muda-mudi itu telah dibawa ke Mapolres Pandeglang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Ada pun identitas keduanya yakni untuk si pria berinisial DS 20 tahun (laki-laki) warga Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten dan masih berstatus mahasiswa.

Sementara itu, untuk perempuannya berinisial RA warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten dan masih berusia 18 tahun dan masih berstatus pelajar.

"Menurut keterangan pelaku iya membenarkan perbuatan tersebut dan mengaku salah telah melakulan tindakan asusila di khalayak umum," tegasnya. 

Pedagang di Pemandian Cikoromoy Protes

Sejumlah pedagang dan masyarakat berdemo di depan objek wisata Cikoromoy di Desa Kadubungbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Minggu (16/5/2021).

Aksi yang terjadi pada pukul 11.00-11.30 itu menolak penutupan objek wisata.

Dandim 0601 Pandeglang Letkol Kav Dedi Setia mengatakan situasi Cikoromoy sudah aman dan terkendali.

"Kami sudah rapat bersama dihadiri kepala Dinas Sosial (Dinsos), Kodim, kapolres, serta unsur muspika setempat," ujarnya saat dihubungi TribunBanten.com, Minggu siang.

Menurutnya, objek wisata Cikoromoy tetap ditutup sesuai Surat Edaran (SE) Gubernur dan SE Bersama Bupati.

Pada pukul 14.00, polisi sudah meninggalkan Cikoromoy.

Ahmad, seorang pedagang Cikoromoy, menyayangkan keputusan pemerintah secara mendadak untuk menutup kawasan wisata.

"Para pedagang di sini udah telanjur menyiapkan dagangan banyak. Kalau ditutup, dagangannya enggak kejual, jadinya rugi. Nanti mau makan apa buat sehari-hari," katanya kepada TribunBanten.com di Cikoromoy.

Dia mengaku sejumlah pedagang menyiapkan dagangannya secara berutang.

"Jadi, jika hari ini tidak laku, pedagang tidak mampu membayar utangnya," ucapnya.

Menurut pantauan TribunBanten.com, Minggu sore, kondisi Cikoromoy ramai dikunjungi wisatawan lokal.

Bahkan parkiran depan terlihat cukup padat oleh kendaraan roda dua.

Sampai berita ini ditulis, Kapolres Pandeglang AKBP Hamam Wahyudi belum membalas pesan yang dikirimkan TribunBanten.com.

Aman dan Terkendali

Sejumlah pedagang dan masyarakat berdemo di depan objek wisata Cikoromoy di Desa Kadubungbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Minggu (16/5/2021).

Aksi yang terjadi pada pukul 11.00-11.30 itu menolak penutupan objek wisata.

Dandim 0601 Pandeglang Letkol Kav Dedi Setia mengatakan situasi Cikoromoy sudah aman dan terkendali.

"Kami sudah rapat bersama dihadiri kepala Dinas Sosial (Dinsos), Kodim, kapolres, serta unsur muspika setempat," ujarnya saat dihubungi TribunBanten.com, Minggu siang.

Menurutnya, objek wisata Cikoromoy tetap ditutup sesuai Surat Edaran (SE) Gubernur dan SE Bersama Bupati.

Pada pukul 14.00, polisi sudah meninggalkan Cikoromoy.

Ahmad, seorang pedagang Cikoromoy, menyayangkan keputusan pemerintah secara mendadak untuk menutup kawasan wisata.

"Para pedagang di sini udah telanjur menyiapkan dagangan banyak. Kalau ditutup, dagangannya enggak kejual, jadinya rugi. Nanti mau makan apa buat sehari-hari," katanya kepada TribunBanten.com di Cikoromoy.

Dia mengaku sejumlah pedagang menyiapkan dagangannya secara berutang.

"Jadi, jika hari ini tidak laku, pedagang tidak mampu membayar utangnya," ucapnya.

Menurut pantauan TribunBanten.com, Minggu sore, kondisi Cikoromoy ramai dikunjungi wisatawan lokal.

Bahkan parkiran depan terlihat cukup padat oleh kendaraan roda dua.

https://banten.tribunnews.com/2021/05/19/polres-pandeglang-juga-buru-pasangan-mesum-lainnya-yang-berpelukan-di-pemandian-cikoromoy?page=all