Soal Nagita Slavina Gunakan Pakaian Adat Papua Hingga Dianggap Duta PON, Boaz: Saya Sebagai Duta Pon

Foto Boaz Solossa bersama Raffi Ahmad, Nagita Slavina dan Roy Letlora /Instagram @boazsolossa

Beberapa waktu lalu sempat ramai menjadi perbincangan di dunia maya soal keterlibatan Nagita Slavina dan Raffi Ahmad saat memperkenalkan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020/2021 yang akan dilaksanakan di Papua.

Suasana menjadi semakin heboh saat beredar foto Nagita Slavina yang mengenakan pakaian adat Papua di media sosial sehingga dianggap masyarakat menjadi duta PON.

Ternyata setelah ditelusuri, Nagita Slavina dan juga Raffi Ahmad bukanlah duta PON seperti yang diopinikan masyarakat, namun hanya sebagai Ikon PON 2020/2021.

Sedangkan duta PON 2020/2021 Papua sebenarnya adalah putra daerah yang juga merupakan pesepak bola, yaitu Boaz Solossa.

Kebenaran informasi tersebut pun telah dikonfirmasi langsung dari Instagram pribadi milik Boaz Solossa.

Bahkan Boaz Solossa telah mengungkapkan bahwa ia adalah duta PON serta Raffi Ahmad dan Nagita Slavina adalah Ikon PON lewat unggahannya di Instagram sejak 19 April 2021 lalu.

Halaman:

Sumber: Instagram

“Sah !!! Saya Sebagai Duta PON dan Raffi Ahmad, Nagita Slavina sebagai Ikon PON,” tulis Boaz Solossa dalam Instagramnya.

Dalam Instagramnya @boazsolossa, Boaz Solossa nampak mengunggah fotonya bersama Nagita Slavina dan juga Raffi Ahmad beserta Roy Letlora selaku Ketua II PB PON XX Tahun 2021 yang memberikan simbolis berupa jaket padanya.

“Proses penyerahan simbolis di berikan oleh Bapak Roy Letlora, S.Hut., MM. Ketua II PB PON XX Tahun 2021 Provinsi Papua,” lanjut Boaz Solossa.

Selanjutnya Boaz Solossa selaku duta PON pun juga mengajak semua pihak untuk menyukseskan acara PON Papua 2021.

“Yuk sama2 kita sukseskan PON Papua 2021. Torang bisa! Cabang Olahraga apa yang paling kamu nantikan di PON XX Papua 2021,” tambah Boaz Solossa.

Dengan penjelasan dari Boaz Solossa bahwa ia adalah Duta PON XX Papua 2021 serta Raffi Ahmad dan Nagita Slavina adalah Ikon Pon, diharapkan polemik masyarakat terkait masalah tersebut akan dapat diselesaikan.***