Pernikahan dengan Ritual Paling Aneh, Ibu Mertua Menemani Malam Pertama

ilustrasi malam pertama

Terkait soal tradisi pernikahan, sama seperti tradisi lainnya, berbeda-beda di berbagai negara atau tempat.

Banyak yang sangat menakjubkan hingga sampai aneh dan membuat orang-orang terkejut saat melihatnya.

Meski ada beberapa pasangan yang membuat tren pernikahan mereka sendiri, masih banyak yang ikuti tradisi aneh yang telah turun-temurun.

Jangan heran, beberapa tradisi pernikahan ini bisa membuat Anda tercengang.

1. Ibu mertua temani malam pertama

Malam pertama yang seharusnya menjadi momen sakral dan pribadi bagi pengantin baru bukanlah tren yang ada di desa-desa Afrika ini.

Adalah sebuah keharusan bagi wanita lebih tua untuk menemani pengantin baru di malam pertama mereka.

Tujuannya adalah untuk 'mengajarkan' cara melakukan hubungan seksual yang benar.

Lebih mengejutkan lagi, meskipun seringnya sesepuh desa yang temani pengantin baru, terkadang bisa jadi pengantin ditemani ibu mertua mereka sendiri.

2. 'Tembak' pengantin dengan panah

Istilah menembak biasa digunakan di Indonesia untuk menyebut saat seseorang menyatakan perasaannya.

Tentunya itu hanyalah istilah kiasan dan tidak benar-benar ditembak dengan pistol ataupun senjata lainnnya.

Namun hal yang berbeda terjadi di etnis minoritas China ini.

Etnis Yugur memiliki tradisi sangat menakutkan bagi pengantin wanita.

Mempelai pria harus menembak pengantin wanita tepat sebelum pernikahan.

Senjata yang digunakan adalah panah yang ditembakkan secara asal dan diulangi 3 kali.

Setelah selesai, mempelai pria harus mengumpulkan panah-panah itu dan mematahkannya, sebagai ikrar bahwa mereka tidak akan menyakiti satu sama lain.

Namun, tidak jarang panah-panah itu benar-benar mengenai mempelai wanita.

3. Suami digigit paus

Di Fiji, persembahan untuk pernikahan adalah tabua atau gigi paus dalam upacara tradisional mereka.

Hadiah itu diberikan sebagai simbol pernikahan atau upeti untuk mempelai wanita.

Secara tradisional, simbol ini dilakukan hanya oleh kepala suku dan orang terpandang di desa itu saja.

Namun sampai saat ini tradisi ini dianggap penting bagi seluruh penduduk Fiji.

Jangan mengira mempelai pria bisa mendapatkan gigi paus dari pasar begitu saja.

Mereka harus menarik gigi itu dari paus yang hidup di laut bebas, sebagai tanda cinta sejati mereka.

4. Bisa menikah tanpa persetujuan orang tua

Terkadang pernikahan tidak disetujui oleh keluarga calon manten.

Namun di tempat ini, Anda bisa menikah tanpa peduli ada persetujuan orang tua Anda terlebih dahulu.

Berada di Skotlandia, Gretna Green adalah tempat populer bagi pasangan yang terlalu muda untuk menikah di Inggris.

Pasalnya, di Skotlandia, jika Anda sudah berumur lebih dari 18 tahun, Anda bisa menikah tanpa persetujuan orang tua sekalipun.

5. Mempelai wanita diludahi di payudaranya

Pernikahan suku Maasai di Kenya ini sungguh unik.

Sebelum mempelai wanita tinggalkan desanya dengan suaminya, sangatlah umum untuk melihat wanita itu diludahi di kepala dan payudaranya.

Menariknya lagi, peludahan itu dianggap cara memberkati mempelai wanita sehingga dilakukan oleh ayah mempelai wanita sendiri.

Kemudian, saat berjalan ke rumah barunya, ia tidak boleh melihat ke belakang.

Konon katanya jika ia melihat ke belakang ia akan menjadi batu.

Nah, itu tadi adalah beberapa ritual pernikahan paling aneh di dunia.

Menurut Anda apakah itu menunjukkan doa dan cinta sejati atau seperti pelecehan?

Malam pertama usai pernikahan.
Malam pertama usai pernikahan. (eva.vn)

Tradisi Lainnya yang Pernah Viral di Media Sosial, Malam Pertamanya Ditunggui Keluarga Besan Hingga Keluar Kamar Disoraki Bak Jagoan

Dalam bayangan sang pengantin pria, malam pertamanya jelas tak seperti ini. Di pikirannya, malam pertama adalah sesuatu hal yang intim antara dirinya dan istri.

Namun rupanya bayangannya soal malam pertama sungguh berbeda dengan mertua.

Bagi sang mertua, malam pertama pengantin adalah sebuah pesta.

Lantaran sebuah pesta, ritual malam pertama harus dirayakan bersama keluarga.

Malam pertama pasangan pengantin bahkan harus ditunggui mertua dan saudara-saudara ipar di luar kamar.

Begitu sang pengantin keluar kamar usai malam pertama, ia wajib disoraki bak seorang jagoan. 

Sontak saja, tradisi malam pertama unik keluarga sang istri buat pengantin pria ini jiper sendiri.

Melansir Grid.ID, seorang pengantin pria nyaris batal menikah gara-gara tradisi aneh ini.

Padahal rencana pernikahan sudah diatur dari jauh-jauh hari.

Awalnya, sang pengantin pria begitu semangat ingin segera meminang sang calon istri.

Namun begitu mendengar cerita dari calon kakak iparnya, pengantin pria yang tak disebutkan namanya ini mendadak ciut.

Betapa tidak, keluarga sang calon istri rupanya punya tradisi unik soal malam pertama.

Menurut sang istri, malam pertama harus dilakukan di rumah orang tuanya, di kamar manten yang telah disediakan.

Sang calon istri sebut keluarganya bakal semalaman menunggu di luar kamar manten sampai prosesi malam pertama pasangan pengantin usai.

Kemudian, ketika prosesi malam pertama usai, pengantin pria harus keluar kamar untuk menerima pujian.

Di luar kamar pengantin pria bakal disoraki bak seorang jagoan yang menangkan peperangan.

"Anggota keluarga yang lain menunggu di luar pintu sehingga mereka dapat bertepuk tangan dan bersorak ketika mereka keluar," kata sang pengantin perempuan.

Tak hanya itu, seprai bekas peraduan pengantin bakal dijahit ulang oleh ibu mertua sebagai permadani ruang keluarga.

Mendengar tradisi keluarga sang calon istri, pengantin pria ini ketakutan.

Saking takutnya, ia bahkan sempat membicarakan soal tradisi ini dengan calon mertuanya.

Bukan restu yang ia dapat, sang pengantin pria malah dianggap tak menghargai tradisi.

"Aku benar-benar ketakutan dan mengatakan kepadanya dalam keadaan apa pun aku tidak akan melakukan hal semacam itu di depan seluruh keluarganya," imbuhnya.

"Karena saya terima pesan dari ibunya yang mengatakan bahwa saya belum mengerti pentingnya keluarga dan tradisi," pungkas si pengantin pria.

Malam Pertama Seharusnya Rahasia Keluarga

Diketahui, malam pertama merupakan rahasia yang harus dijaga oleh pasangan suami-istri.

Tak pantas jika membicarakan tentang malam pertama kepada orang lain. Apalagi jika ada kekurangan dalam hubungan suami-istri tersebut.

Sebelumnya viral sebuah tradisi di Kabupaten Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan (Sumsel) soal malam pertama.

Seorang wanita yang tak disebutkan namanya mengatakan, keluarganya masih memegang teguh "tradisi cengkung".

Dalam tradisi tersebut, pasangan pengantin yang baru menikah diwajibkan melakukan "malam pertama" di atas sehelai kain putih.

Di saat bersamaan, beberapa orang sesepuh dari pihak keluarga pengantin laki-laki menunggu di dekat pintu (luar kamar).

Setelah sepasang pengantin selesai melakukan tugasnya, para sesepuh itu akan masuk ke kamar dan memastikan kain putih tersebut ada bekas "darah perawan" atau tidak.

"Saya tahu darah yang keluar saat bercampur tidak bisa menjadi patokan perempuan masih perawan atau tidak. Tapi keluarga saya tetap keukeh melaksanakan adat itu. Saya bingung ustaz," ujar perempuan itu saat berkonsultasi dengan ustaz.

Sang ustaz menyimpulkan bahwa tradisi itu bertentangan dengan syariat Islam.

"Agama kita tidak mengajarkan seperti itu. Kamu harus memberi penjelasan dengan cara yang baik kepada pihak keluargamu. Bahwa kita harus menjaga pergaulan, betul. Tapi tidak begitu caranya," ujar sang ustaz.

Seseorang bekas penghulu di salah satu desa dalam wilayah kecamatan Penukal, PALI, tempat tradisi itu pernah ada. H Wancik (65), orangnya.

Dikutip dari Sriwijaya Post, ia menceritakan, sebelum tahun 90-an, jejaka yang ingin bertemu gadis pujaannya harus bernyali dan berjuang keras.

Pada masa itu, bertemu dan berduaan harus sembunyi-sembunyi jika tak ingin babak belur dan dikenakan denda.

"Kalau mau ketemu gadis, harus sembunyi-sembunyi. Kalau ketahuan bisa dipukul atau dibawa ke rumah kepala desa dan dikenakan denda," kata Wancik.

Menurut Wancik, ketatnya aturan pergaulan antara pria dan wanita tersebut bukan tanpa sebab. Hal ini dilakukan karena keluarga sang gadis berusaha menjaga kehormatan dan kesucian anak gadisnya.

Juga agar tidak malu, saat sang gadis menikah pada saatnya. Bagi pria, keperawanan adalah kehormatan seorang gadis pada masa itu.

"Mempelai pria bisa saja mengembalikan perempuan yang baru saja dinikahinya kalau terbukti tak perawan lagi. Makanya ada adat seperti itu," katanya.

Wancik menjelaskan, pada malam pertama, keluarga mempelai pria akan membentangkan sehelai kain putih di atas tempat tidur pengantin.

Kemudian, keluarga pria yang terdiri dari sesepuh akan menunggu di depan pintu kamar pengantin, selama proses malam pertama bercampur.

Setelah kedua mempelai selesai "becampur", maka para orang tua atau sesepuh keluarga akan memeriksa kamar pengantin yang telah selesai digunakan.

Kain putih yang menjadi alas akan diperiksa. Mereka akan membuktikan apakah di kain itu ada bercak darah yang dianggap sebagai bukti bahwa pengantin wanita masih perawan atau tidak.

Bila didapati ada bercak darah, maka para tetua mempelai pria akan memukul cengkung (sejenis gong kecil) untuk diperdengarkan pada masyarakat banyak.

Suara cengkung mengandung informasi bahwa pengantin perempuan masih perawan. Sebaliknya, jika tidak ditemukan bekas atau noda darah di kain itu, maka tidak ada bunyi cengkung.

"Jika itu terjadi, maka pengantin periah berhak memilih apakah tetap mau melanjutkan pernikahan atau mengembalikan pengantin perempuan kepada keluarganya. Tentunya sangat memalukan dan itu yang dikhawatirkan pihak keluarga perempuan," kata Wancik.

medan.tribunnews.com