KAKEK BERTAHAN HIDUP DENGAN 2 RIBU RUPIAH DARI MENCARI RONGSOK


Kakek Sadi (62) setiap hari mencari rongsokan demi sesuap nasi. Seharian kakek mencari, biasanya 1 Kg rongsok yang kakek bisa kumpulkan. Dari 1 Kg rongsok yang didapatkan, kakek mendapatkan uang 2 ribu rupiah. Uang itu kakek cukupkan untuk makan.

Kakek juga jadi buruh harian, namun karena tenaganya sudah melemah dan usianya sudah tua, Kakek Sadi jarang mendapatkan pekerjaan. Jadi mau tak mau kakek mencari sampah botol atau plastik agar dapat uang untuk makan.

“Kakek ngerongsok di jalan, yang diambil sampah-sampah botol dan plastik aja, kalau nggak kakek jadi buruh harian,” tutur Kakek Sadi.

Kakek tinggal seorang diri di rumah yang kecil dan tak layak, rumahnya pun berdiri di tanah milik desa dan dibangun dari program rutilahu. Tempat tidur yang digunakan kakek hanyalah papan yang dialasi kain dan selimut tipis untuk tidurnya. 

Dapur untuk memasak pun tak ada. Kamar itu langsung berbatasan dengan WC saja, itupun alakadarnya. Untuk keperluan mandi dan lain-lainnya kakek mengambil air dari sumur umum dengan bolak-balik menjinjing ember yang diisi air untuk keperluan di kamar mandinya.

Untuk persediaan makanan, kakek tak punya. Bahkan saat tim relawan mengunjunginya, Kakek Sadi hanya mempunyai ¼ Kg beras pemberian tetangga itu pun harus kakek hemat. “Kakek ingin punya kambing biar bisa digembala oleh kakek. Soalnya sekarang udah nggak ada yang minta kakek kerja lagi. Kakek ingin punya usaha biar nggak kelaparan dan nggak susah,” lirih Kakek Sadi.

https://donasionline.id/kakeksadi