Sebulan Kumpulkan Rongsok Hanya Dapat 15 Ribu: Makan Nasi Berkuah Air Hujan


Setiap hari mencari rongsok berjalan hingga 2 km dengan tubuh yang sudah membungkuk, tangannya gemetaran dibantu tongkat bekas pel-pelan. 
Suaminya sudah meninggal 7 tahun yang lalu. Nenek tidak mempunyai anak. Hidupnya hanya sebatang kara dirumah yang sudah tidak layak huni. Bangunan rumahnya sudah reot, bahkan dapur tempat memasak sudah roboh. Penghasilannya dari mencari rongsok hanya 15 ribu, itu pun harus Ia kumpulkan kurang lebih selama sebulan.
"Hasil jual rongsok biar bisa kebeli setengah kilo beras" cerita Nenek, Nenek bahkan kerap kali memakan nasi basah yang terkena air hujan, di dalam rumahnya. Alhasil nenek makan nasi basah akibat diguyur hujan. Tetapi nenek tetap saja memakan nasi yang basah tersebut "mau gimana lagi, nenek laper , untuk membelinya sudah susah payah" ujarnya 
Ketika hujan datang, semua air masuk membanjiri rumah nenek yang masih tanah membuat rumah menjadi licin dan nenek sering terjatuh. Nenek kini semakin tak kuat, tangannya sering gemetar saat mengangkat sesuatu, kemarin Nenek hampir saja tertumpah air panas, karena Ia tak kuat mengangkatnya. 
"Kalau tidak kuat, nenek minta tolong siapa, nenek sendirian" ujarnya 
"Kalau nenek sakit, nenek hanya bisa menangis di sudut kamar tanpa orang lain tahu" tambahnya.
#PejuangKebaikan Setiap hari Nenek hanya berteman dengan sepi dan lapar, menadahkan tangan berdoa kepada Allah, agar Ia dikuatkan menjalankan kehidupan ini. Maukah sisihkan sedikit rezeki untuk berbagi makan dengan Nenek?