Usai Kembali Diperiksa Polisi 4 Jam Ini Peringatan Ayu Ting Ting ke Haters

(Tribunnews.com/Bayu Indra Permana) Pedangdut Ayu Ting Ting saat di POlda Metro Jaya beberapa waktu lalu


Penyanyi  dangdut Ayu Ting Ting mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan,Selasa (14/9/2021).

Kedatangan Ayu Ting Ting ini untuk memberikan klarifikasi berkenaan dengan pelaporannya terhadap pemilik akun @gundik_empang.

Mantan istri Enji Baskoro ini mengaku ia tak terima dengan perbuatan akun @gundik_empang yang ia anggap telah menghina sang anak Bilqis Khumairah Razak

Pasalnya ia merasa akun @gundik_empang sudah menghina sang anak. Ia berharap dengan pelaporan ini maka jadi pelajaran atau efek jera .

Ayu TIng Ting pun berharap nantinya para haters jangan coba-coba mencoba menghina anaknya.

Pasalnya ia akan berkorban apa saja untuk melindungi danbela putri tercintanya.

"Pastinya dong (kasih efek jera) dalam apa yang saya lakukan ini," kata Ayu Ting Ting usai menjalani pemeriksaan klarifikasi lanjutan di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (14/9/2021).

Menurutnya jika ia tidak melakukan proses hukum terhadap hattersnya @gundik_empang, tentu akan berdampak kepada tumbuh kembang anak dikemudian hari.

"Karena jejak digital tidak akan bisa dihapus," ucapnya.

ting ting
Ayu Ting Ting usai jalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait laporannya kepada haters bernama Kartika Damayanti, Selasa (14/9/2021). (Tribunnews.com/Bayu Indra Permana)

Langkah pelantun Sambalado dan Alamat Palsu itu melaporkan hatters ke polisi, karena ia bertindak sewajarnya sebagai seorang ibu dan ayah bagi putrinya.

"Saya harus bertindak sebagai orangtua melindungi anaknya," tegas wanita bernama asli Ayu Rosmalina itu.

Ayu Ting Ting menegaskan dirinya siap melakukan apapun demi kebaikan putrinya, agar bisa menjadi seseorang yang lebih baik dari ibunya jika sudah besar nanti.

"Ini saya lakukan untuk masa depan anak saya (Bilqis Khumairah Razak)," ujar Ayu Ting Ting.

Diberitakan sebelumnya, setelah keluarganya menyambangi hatters bernisial KD ke Bojonegoro, Jawa Timur, akhirnya pedangdut Ayu Ting Ting melaporkan pembully anaknya dengan akun @gundik_empang ke Polda Metro Jaya.

Ayu Ting Ting melaporkan KD pemilik akun @gundik_empang pelaku bully putrinya ke Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (20/8/2021) pagi didampingi tim kuasa hukumnya, Minola Sebayang.

Pelaku bully @gundik_empang dijerat dengan pasal 315 KUHP atas dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ungkap Alasannya Polisikan Haters, Ayu Ting Ting: Saya Bertindak sebagai Orangtua, Melindungi Anak

Tips Ajarkan Anak Menghadapi Bullying, Salah Satunya Ubah Ejekan jadi Pujian

Tak dapat dimungkiri bahwa bullying bisa terjadi pada anak-anak.

Sebagai orang tua, rasanya pasti menyakitkan mengetahui buah hati ditindas orang lain. Bahkan, jika bisa membalas mereka dengan cara yang sama.Nah, perlu sekali mengajarkan kepada anak-anak untuk memberikan perlindungan bagi dirinya sendiri saat mengalami perundungan.

Alih-alih menindas balik, ajarkan mereka untuk membalas dengan cara yang elegan dan tidak merusak harga diri orang lain.

Dengan begitu, anak-anak akan tampil percaya diri dan menganggap perundungan itu adalah urusan mereka, bukan apa yang sebenarnya terjadi pada anak-anak.

Cara mengajarkan anak menghadapi bullying tanpa melukai harga diri orang lain.

1. Dengarkan anak berbagi cerita

Bicaralah dengan anak kamu tentang apa yang terjadi di sekolah, serta buat mereka merasa didengar dan dipahami.

Mengetahui bahwa kamu berada di sisinya untuk membantu dan mendukung mereka bisa sangat melegakan bagi anak.

Cobalah untuk tidak bereaksi dengan emosi yang kuat karena anak akan menjadi enggan berbicara denganmu karena takut kamu akan marah saat bercerita di lain waktu.

Tentu saja, jangan mencoba mencari alasan dalam perilaku anak kamu untuk menjelaskan mengapa mereka diejek.

Itu bukan salah mereka, dan jika kamu menyalahkan mereka, itu hanya akan membuat mereka semakin cemas.

2. Ajari anak bahwa tidak apa-apa untuk meminta bantuan

Sebagai anak kecil, mungkin sulit untuk membela diri sendiri. Beberapa anak dapat melakukannya, tetapi yang lainnya lebih malu dan ragu-ragu.

Jadi, ajarkan pada anak kamu bahwa tidak apa-apa untuk meminta pertolongan dan bantuan dari orang dewasa di sekitarnya, termasuk guru.

Tujuannya, agar anak kamu tidak terus-menerus mengalami penindasan dan memberi pesan bahwa meminta bantuan orang lain saat merasa membutuhkan itu bukanlah sikap yang salah.

ika tidak bisa menghadapinya sendiri, bantuan tersebut akan mendukung dan melindungi anak kamu dari perundungan.

3. Ajari anak untuk tidak bereaksi terhadap ejekan

Pelaku bullying ingin mendapatkan reaksi emosional dari anak kamu, jadi marah atau menangis hanya akan menyebabkan lebih banyak ejekan yang menimpanya.

Ajari anak untuk mencoba mengabaikan pelaku, seolah-olah itu tidak terlihat dan tidak terjadi. Kemudian, melangkah oergi jika memungkinkan.

Bahkan, saat anak kamu memberikan perhatian hanya dengan menatap dan memberikan senyuman saja, itu justru membuat pelaku bingung dengan reaksi yang tidak terduga.

Jika anakmu berhasil melakukannya dan bercerita padamu, pujilah mereka karena sudah bereaksi seperti yang sudah diajarkan.

4. Ajari anak bagaimana mengubah ejekan menjadi pujian

Mengubah ejekan menjadi pujian adalah reaksi yang dipaksakan dan gampang-gampang susah, tapi ini cukup membantu anak untuk bereaksi dengan cara lain.

Tentu saja, pelaku bullying ingin membuat anak lain merasa terluka, tetapi mereka tidak dapat melakukannya jika kamu mengajari anakmu untuk mengubah sesuatu yang negatif menjadi sesuatu yang positif.

Misalnya, jika anak kamu memakai kacamata dan pelaku menyebutnya "bermata empat", maka anak kamu dapat berterima kasih kepada mereka karena memperhatikan spesifikasinya.

Seperti mengatakan, "Wah, ternyata selama ini kamu sangat perhatian sekali padaku. Aku terharu, terima kasih ya."

Ini pasti akan membingungkan pelaku bullying, dan mereka mungkin tidak ingin melakukannya lagi karena mengetahui bahwa tidak akan mendapatkan reaksi yang diharapkan.

Itulah tips mengajarkan anak menghadapi bullying tanpa melukai harga diri orang lain lebih baik daripada balas dendam.

Tujuannya, memperkuat rasa percaya diri pada anak dan melindungi harga diri mereka sendiri tanpa menyakiti orang lain.

banjarmasinpost.co.id