Video Adegan Gigit Bibir Amanda Manopo dan Arya Saloka, Tuai Komentar Netizen




Aksi Arya Saloka dan Amanda Manopo di Sinetron Ikatan Cinta masih saja membuat fans mereka terbawa perasaan.

Padahal sinetron yang menampilkan aksi Aldebaran dan Andin dalam balutan cinta itu sudah ratusan episode.

Buktinya, sejumlah adegan yang diperlihatkan Arya Saloka dan Amanda Manopo di Sinetron Ikatan Cinta masih ramai dibicarakan.

Seperti yang diketahui pasangan Amanda Manopo dan Arya Saloka adalah rekan akting di Sinetron Ikatan Cinta.

Dalam melakukan adegan Sinetron Ikatan Cinta, keduanya selalu memperlihatkan totalitas dalam berakting.

Disamping itu Arya Saloka dan Amanda Manopo juga dikenal dengan chemistrynya yang sangat kuat hingga banyak membuat fans baper.

Kini sebuah video memperlihatkan aksi romantis dari Arya Saloka dan Amanda Manopo, dilansir Instagram supportallman19, Minggu (17/10/2021).

Dalam satu adegan Ikatan Cinta terlihat Amanda Manopo yang berperan sebagai Andin menggigit bibirnya.

Ini membuat Aldebaran yang diperankan Arya Saloka menjadi gemas.

"Ya Allah, kok Andin keliatan makin cantik ya hari ini," ucap Aldebaran.

Adegan tersebut begitu menggoda bagi penonton Sinetron Ikatan Cinta.

Admin dari Instagram supportalman19 juga menasehati publik agat tidak salting.

"Hahahah jangan pada salting yahh guysss dan jangan traveling, " tulis Instagram supportalman19.

Publik pun memberi komentar pada aksi Amanda Manopo dan Arya Saloka yang saling mengigit.

Berikut ini adalah komentar beragam di Instagram supportalman19.

"Editanx bguus top bgt dech ...bkin mood naik nih, " tulis Instagram yunitadya_75.

"Terandin andin sampai ke bawa mimpi x ya mimin, " tulis Instagram syarochen.

"Sepontan y kalau kalian begitu Napa emak emak yg bahagia dan bikin senyum senyum terus ngakak dech

"Woy masih sore jangan bikin otak gue pusing trapeling ah, " tulis Instagram alandin_love_story.

"mentang" malm minggu mimin, " tulis Imnstagram sumarmi7295.

Ada 4 Faktor yang Dapat Membangun Chemistry dengan Pasangan

Chemstry dikenal sebagai reaksi kimiawi dalam otak yang muncul ketika ada ketertarikan dan kedekatan emosional dengan seseorang.

Sifatnya lebih dari ketertarikan fisik dan membuat dua orang yang sedang kasmaran saling mengingini.

Seringkali chemistry dipahami sebagai rasa percaya, rasa hormat, saling pengertian, dan memiliki keterikatan lebih sekedar seks.

Menurut pakar, terdapat beberapa faktor yang mampu menguatkan ikatan kimiawi dengan pasangan.

Meski definisi chemistry cenderung abstrak, tetapi pasangan yang langgeng memiliki empat faktor di bawah ini.

Ketertarikan fisik

Berhubungan dengan sesuatu di luar diri tentu membutuhkan persepsi indera sebelum lahir benih-benih chemistry. Ketertarikan pada aspek fisik dapat berubah sepanjang waktu.

DIlansir oleh Reader’s Digest, ketertarikan pada seseorang dapat dipengaruhi oleh aroma, cara bicara, dan kemiripan genetik dengan orang terdekat.

Ketertarikan emosional

Kimberly Seltzer, seorang terapis hubungan di Elite Image Makeovers mengatakan bahwa seseorang mungkin bisa terlihat menarik tapi tidak semua melahirkan ‘percikan’ atau rasa click, cocok.

Ketertarikan emosional ini tidak akan pernah lepas dari saling berinteraksi, bertukar cerita, memberikan perhatian kecil.

Kecocokan intelektual

Ini mirip dengan ketertarikan fisik, seseorang yang memiliki selera humor agak intelek akan cocok dengan pasangan yang dapat menyamai kecerdasannya.

Kecocokan spiritual

Pasangan yang memiliki kecocokan spiritual misalnya, memiliki cara hidup dan gaya hidup yang sama cenderung lebih mudah membangun chemistry.

Beberapa orang mungkin terikat pandangan konvensional dan memasukkan agama dalam kategori ini.

Tetapi sebenarnya lebih dari itu sebab kebutuhan membangun kecocokan spiritual ini akan berkembang sepanjang waktu.

Melansir catatan Jeremy E. Sherman Ph.D., MPP –seorang biofilosofer dan peneliti bidang ilmu sosial- di Psychology Today, 5 Februari, seseorang mungkin lebih mudah mengatakan ‘tidak ada chemistry’ dibanding ‘saya tidak tertarik dengan Anda’. Mengapa?

Sherman menjelaskan bahwa chemistry bukan menyoal kepribadian tetapi setiap pasangan memiliki chemistry masing-masing.

Ketika hubungan berakhir, mungkin pertanyaan ‘adakah yang salah’ tidak mudah untuk dijawab. Tidak bisa juga diubah dalam sesaat. Namun, chemistry memiliki peran besar dalam hubungan yang langgeng.

Chemistry mungkin juga akan lebih rumit jika didefinisikan dengan cinta. Sebab chemistry tidak selalu terkait dengan cinta. Ada juga hubungan yang memiliki chemistry kuat tetapi bukan hubungan asmara, misalnya chemistry satu tim kerja di kantor.

Banjarmasinpost.co.id